Gordang Sambilan Menjaga Warisan Musik Mandailing

Gordang Sambilan merupakan kesenian musik tradisional suku Mandailing yang menyimpan jejak sejarah, penghormatan adat, dan identitas kolektif masyarakatnya. Nama tersebut menggabungkan kata gordang, berarti gendang atau beduk, dengan sambilan yang bermakna sembilan dalam bahasa Mandailing. Sembilan instrumen dengan ukuran berbeda menghasilkan warna bunyi beragam, menghadirkan irama yang kuat sekaligus berlapis. Bagi masyarakat Mandailing, tabuhan ini …

Read moreGordang Sambilan Menjaga Warisan Musik Mandailing

Garantung Batak Merawat Warisan Musik Toba

Garantung Batak merupakan alat musik tradisional dari Tapanuli, Sumatera Utara, yang menyimpan jejak panjang kebudayaan masyarakat Toba. Instrumen ini mungkin belum akrab bagi semua orang, meski bunyinya ikut mewarnai tradisi musikal setempat. Berbahan kayu dan dimainkan dengan cara dipukul, garantung menghadirkan nada yang berperan penting dalam ansambel tradisional. Keberadaannya bukan sekadar pelengkap pertunjukan, melainkan juga …

Read moreGarantung Batak Merawat Warisan Musik Toba

Rumah Belah Bubung Menyimpan Filosofi Melayu

Rumah Belah Bubung menghadirkan jejak arsitektur Melayu yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat Kepulauan Riau secara turun-temurun. Bentuknya bukan sekadar naungan, melainkan menyimpan pengetahuan lokal tentang kenyamanan, kebersamaan, dan relasi manusia dengan alam. Warisan tersebut memperlihatkan cara masyarakat Melayu merangkai fungsi bangunan, pertimbangan lingkungan, dan nilai adat dalam satu rancangan. Karena itu, Belah Bubung bukan sekadar …

Read moreRumah Belah Bubung Menyimpan Filosofi Melayu

Tari Sigale-gale Menjaga Warisan Batak Toba

Di antara kekayaan budaya Nusantara, Tari Sigale-gale menyimpan duka, penghormatan leluhur, dan pesona seni Batak Toba. Pertunjukan boneka kayu ini tumbuh dari tradisi Sumatera Utara, khususnya Pulau Samosir dan masyarakat Batak. Sosoknya mengenakan ulos dan bergerak mengikuti iringan musik, menyatukan seni pertunjukan dengan warisan adat Batak. Di balik geraknya, legenda tentang kehilangan dan kasih orang …

Read moreTari Sigale-gale Menjaga Warisan Batak Toba

Kenduri Laut Menjaga Warisan Pesisir Tapanuli Tengah

Tradisi Kenduri Laut mengikat rasa syukur masyarakat pesisir Tapanuli Tengah dengan penghormatan terhadap laut sebagai sumber penghidupan. Perayaan tahunan ini bukan sekadar agenda adat, melainkan ruang bersama untuk merawat ingatan, harapan, dan hubungan manusia dengan alam. Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, nelayan dan warga pesisir menandai limpahan hasil tangkapan melalui rangkaian ritual serta perayaan. Kenduri …

Read moreKenduri Laut Menjaga Warisan Pesisir Tapanuli Tengah

Tari Tortor Merawat Warisan Adat Batak Toba

Tari Tortor tumbuh dari tradisi masyarakat Batak Toba di Sumatera Utara, menghadirkan gerak yang menyatukan adat, rasa, dan spiritualitas. Dalam kehidupan adat, tarian ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sarana menyampaikan penghormatan, harapan, doa, serta pergumulan bersama. Kehadirannya mengiringi beragam peristiwa, dari suasana duka hingga perayaan sukacita yang mempertemukan keluarga dan komunitas. Karena itu, Tari Tortor …

Read moreTari Tortor Merawat Warisan Adat Batak Toba

Tari Serampang XII Merangkai Kisah Cinta Melayu

Warisan tari Melayu dari Serdang Bedagai menghadirkan Tari Serampang XII, sebuah pertunjukan yang merajut gerak lincah dan kisah percintaan. Tarian ini memadukan khazanah Melayu Deli melalui 12 ragam gerak, yang menuturkan perjalanan asmara sepasang muda-mudi. Setiap lenggok menyimpan simbolisme pertemuan, isyarat kasih, keraguan, hingga ikatan perkawinan yang dirayakan bersama keluarga. Di balik ritmenya yang dinamis, …

Read moreTari Serampang XII Merangkai Kisah Cinta Melayu

Tari Payung Minangkabau Berubah Lewat Akulturasi

Tari Payung Minangkabau terus berkembang melalui sentuhan kreativitas seniman, tanpa sepenuhnya melepaskan akar tradisi yang membentuk identitasnya. Dalam khazanah budaya Sumatra Barat, tarian ini dahulu menggambarkan kegembiraan muda-mudi sekaligus perhatian lelaki terhadap kekasihnya. Payung yang dibawa penari menjadi lambang 2 insan yang melangkah menuju tujuan bersama, yakni membangun rumah tangga harmonis. Perubahan bentuk pertunjukan tidak …

Read moreTari Payung Minangkabau Berubah Lewat Akulturasi

Sistem Matrilineal Minangkabau Menjaga Garis Ibu

Sistem matrilineal menjadi ciri penting adat Minangkabau, karena garis keturunan masyarakatnya ditarik melalui pihak ibu. Pola kekerabatan ini membentuk identitas suku, hubungan keluarga, serta pengelolaan pusaka yang diwariskan lintas generasi. Berbeda dari sistem patrilineal yang mengikuti ayah, adat tersebut menempatkan garis maternal sebagai poros keberlanjutan kaum. Keunikan itu tidak sekadar mencerminkan kedudukan perempuan, tetapi juga …

Read moreSistem Matrilineal Minangkabau Menjaga Garis Ibu

Keris Palembang Merawat Jejak Jawa, Cirebon, dan Melayu

Keris Palembang bukan sekadar pusaka, melainkan karya seni yang merekam perjalanan sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat setempat. Ciri khasnya tumbuh dari perjumpaan tradisi Jawa, Cirebon, dan Melayu, lalu membentuk karakter visual yang berbeda dari daerah lain. Pengrajin hulu dan warangka, Heri Suranto atau Cek Eri, menjelaskan kekhasan tersebut dalam program Siaran Budaya Nusantara. Dalam siaran …

Read moreKeris Palembang Merawat Jejak Jawa, Cirebon, dan Melayu